Sebelumnya Trump juga mengancam bakal menjadikan Iran neraka jika Selat Hormuz tak segera dibuka.
Ia bahkan mengklaim militer AS akan menghancurkan infrastruktur vital Iran seperti jembatan dan pembangkit listrik jika waktu ultimatum yang diberikan habis dan tuntutan tidak dipenuhi.
Ultimatum yang disampaikan Trump bakal berakhir pada Selasa (7/4) pukul 20.00 waktu Iran.
“Kami punya rencana, karena kekuatan militer kami, di mana setiap jembatan di Iran akan hancur lebur pada pukul 12 tengah malam besok (7 April), di mana setiap pembangkit listrik di Iran akan berhenti beroperasi, terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi, maksud saya hancur total, pada pukul 12 tengah malam,” kata Trump, dikutip Al Jazeera.
“Dan itu akan terjadi dalam jangka waktu empat jam jika kita menginginkannya. Kita tidak ingin itu terjadi,” sambungnya.
Di sisi lain, militer Iran melalui Markas Komando Pusat Khatam Al Anbiya menegaskan bahwa retorika tersebut tidak akan menghentikan operasi mereka. Juru bicara militer Iran menyebut ancaman Trump sebagai pernyataan yang arogan dan delusional.
