“Retorika kasar, arogan, dan ancaman tak berdasar dari presiden AS yang delusional… tidak berdampak pada kelanjutan operasi ofensif dan menghancurkan yang dilakukan para pejuang Islam terhadap musuh Amerika dan Zionis,” kata juru bicara markas komando pusat Iran Khatam Al Anbiya, dikutip dari media penyiaran nasional. (far)
