“Ya, tentu konsumsi jemaah menjadi sangat penting untuk kesehatan dan menjaga stamina para jemaah. Setiap hari kita mengecek dapur-dapur konsumsi yang ada di daerah Makkah,” terangnya.
Untuk memudahkan akses menuju Masjidil Haram, Kemenhaj telah menyiapkan layanan Bus Salawat yang beroperasi selama 24 jam. Bus ini akan menghubungkan hotel tempat jemaah menginap langsung ke titik terdekat pusat ibadah.
“Khusus untuk bus Salawat ini, di depan masing-masing hotel, ada namanya halte. Jadi, ada beberapa hotel mungkin yang berdekatan, kita bikin satu halte. Ada hotel yang besar, mungkin kita bikin satu halte. Nah, dari situlah nanti para jemaah akan diantarkan ke Masjidil Haram,” katanya.
Demikian juga pada rute sebaliknya, tersedia terminal di sekitaran Masjidil Haram yakni terminal Syib Amir, Ajyad dan Jabal Ka’bah. Nantinya, jemaah akan diantarkan menggunakan bis Salawat ke hotel masing-masing. (far)
