Teddy juga melihat perkembangan positif dari sisi kualitas permainan dan pemahaman para peserta terhadap sportivitas di lapangan. Semangat bertanding, fairplay, hingga keberanian menunjukkan kemampuan terbaik menjadi bagian penting yang terus tumbuh dalam setiap seri MilkLife Soccer Challenge.
Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026, Timo Scheunemann menegaskan bahwa proses seleksi pemain dalam seri ini tidak semata-mata melihat kemampuan olah bola para peserta.
Menurut Timo, pembinaan atlet muda sepak bola putri tidak hanya berorientasi pada prestasi instan. Ia menekankan pentingnya konsistensi latihan dan kecintaan siswi saat bermain sepak bola sebagai pondasi utama dalam proses pembentukan karakter maupun peningkatan kemampuan.
“Prestasi itu memang penting tapi yang tidak kalah penting adalah konsistensi para siswi dalam latihan. Ketika kemampuan mereka meningkat, mereka akan semakin senang bermain sepak bola. Dari situ, baru digali potensi dan bakatnya. Kemudian, sekolah juga bisa menyisipkan nilai-nilai pengembangan mental dan karakter yang sejalan dengan dunia pendidikan,” tutur Timo.
