Ia menambahkan Kudus sebagai kota pertama penyelenggaraan telah memperlihatkan fondasi pembinaan yang semakin matang, sementara Malang mulai menunjukkan peningkatan, baik dari sisi jumlah peserta maupun kualitas pemain.
Ia menyebut, tim pelatih juga aktif melakukan pemantauan langsung ke sekolah-sekolah untuk memastikan para pemain potensial mendapatkan kesempatan tampil dan berkembang dalam kompetisi.
“Kudus adalah kota pertama MLSC, jadi awal Mula sepak bola putri tumbuh di sana dan terus konsisten dibangun. Sementara, Malang baru dua kali menggelar MLSC, namun perkembangannya sudah terlihat baik, dari jumlah pemain maupun kualitas pemain. Kami juga mendatangi sekolah-sekolah supaya mereka ikut berpartisipasi. Bahkan pemain yang tampil di final KU 12 nanti diproyeksikan memperkuat tim All-Star Malang untuk tampil di Kudus pada akhir Juni bersama perwakilan dari 12 kota lainnya,” tutup Timo.
Pemenang dari Kudus dan Malang
MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 2 2025 – 2026 berlangsung mulai tanggal 19 – 24 Mei 2026, berlokasi di Supersoccer Arena & Lapangan Rendeng, Kudus, Jawa Tengah.
