“Data lapangan tersebut kemudian diproses lebih lanjut oleh tim PRSID dan Informasi serta PRKAKS menggunakan perangkat lunak fotogrametri khusus untuk menghasilkan orthomosaic stitching, yaitu komposit peta ortofoto resolusi tinggi yang telah terkoreksi secara geometris dan geografis,” jelas Yomi.
Menurutnya, hasil akhir riset ini dapat dimanfaatkan langsung oleh BNN dalam mendukung penegakan hukum. BRIN menyediakan dokumen geospasial presisi tinggi berupa data orthomosaic stitching, dataset spasial lahan tanaman ganja, serta rekomendasi area prioritas yang dapat ditindaklanjuti dalam operasi pemusnahan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kolaborasi riset lintas disiplin dan lintas lembaga ini menunjukkan komitmen BRIN dalam mendukung upaya pemberantasan pertumbuhan ladang ganja ilegal di Indonesia,” pungkasnya. (ahmad)
