Fadli juga menyoroti hubungan panjang Indonesia dan Tiongkok yang telah terjalin selama berabad-abad melalui jalur perdagangan, migrasi, dan pertukaran budaya. “Hubungan kita dengan China juga sudah sangat panjang. Teh merupakan salah satu produk budaya kita, termasuk cara minum tehnya. Namun, di beberapa negara lain, tradisi tersebut memang jauh lebih kuat,”imbuh Fadli.
Menurutnya, tradisi upacara minum teh di sejumlah negara seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea memiliki akar budaya yang mendalam. Ia turut mengapresiasi keberhasilan Tiongkok dalam mendaftarkan Traditional Chinese Tea Processing Techniques and Associated Social Practices ke dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 2022.
“Tadi kami juga memperkenalkan bahwa Indonesia sudah memiliki 16 warisan budaya yang diinskripsi. Salah satu yang dekat dengan teh adalah jamu. Jadi, kita melihat jamu juga merupakan bagian dari ekspresi budaya dan warisan budaya takbenda Indonesia.”
Fadli menilai traditional medicine dan traditional therapy menjadi bagian penting dari ekspresi budaya Indonesia yang perlu terus dikembangkan.
