“Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa budaya tumbuh melalui dialog, adaptasi, dan saling menghormati. Indonesia menyambut semakin eratnya kerja sama budaya dengan China melalui kolaborasi seni, pelestarian warisan budaya, museum, industri kreatif, pendidikan, hingga pertukaran generasi muda,” ujarnya.
Di sisi lain, Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, menyampaikan bahwa teh sejak lama menjadi medium peradaban sekaligus pembawa pesan perdamaian lintas negara.
“Dalam upacara minum teh, setiap orang menikmati teh yang sama dan disajikan dengan penuh penghormatan. Teh mengajarkan harmoni, saling berbagi manfaat, dan mempererat koneksi antarbangsa,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menilai budaya teh mengandung makna persahabatan dan pentingnya dialog di tengah dinamika global saat ini.
“Persahabatan tidak berarti keseragaman, melainkan harmoni dalam keberagaman. Dari situlah keindahan teh hadir sebagai instrumen diplomasi budaya yang mempererat hubungan antarbangsa,” katanya.
