“Jenis kepemimpinan seperti apa yang benar-benar layak bagi bangsa kita?” tanyanya.
“Yang dipertaruhkan di sini adalah kepercayaan rakyat Filipina dan stabilitas republik kita,” tambahnya.
Dokumen pemakzulan setebal 93 halaman itu menuduh Sara Duterte sengaja melemahkan sistem akuntabilitas serta melanggar sumpah jabatan sebagai pejabat publik. Dalam dokumen itu, Sara juga disebut sebagai ancaman terhadap tatanan demokrasi Filipina.
Sara Duterte sebelumnya pernah dimakzulkan pada tahun lalu dengan tuduhan serupa. Namun, proses tersebut kemudian dibatalkan Mahkamah Agung Filipina karena dinilai memiliki cacat prosedural.
Menanggapi keputusan DPR, tim hukum Sara Duterte menyatakan siap menghadapi persidangan di Senat. Mereka menegaskan kini pihak penuduh memiliki kewajiban membuktikan seluruh tuduhan sesuai konstitusi dan aturan pembuktian hukum.
“Beban pembuktian kini berada di tangan para penuduh untuk mendukung klaim mereka sesuai konstitusi, hukum, dan aturan pembuktian,” demikian pernyataan tim hukum Sara Duterte.
