“Meskipun sejumlah persoalan penting terkait konstitusi masih menunggu keputusan Mahkamah Agung, kami sepenuhnya siap membela wakil presiden di hadapan Senat yang bersidang sebagai Pengadilan Pemakzulan, di mana pihak penuntut wajib memenuhi beban pembuktian,” lanjut pernyataan itu.
Dalam kasus terbaru ini, Sara Duterte menghadapi empat pasal pemakzulan. Ia dituduh menyalahgunakan dana rahasia kantor wakil presiden, melakukan praktik suap untuk melanggar aturan pengadaan barang, memiliki kekayaan tak wajar, hingga diduga merencanakan pembunuhan terhadap Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr., ibu negara Liza Araneta-Marcos, serta mantan Ketua DPR Martin Romualdez.
Panel kehakiman DPR Filipina mengungkap sejumlah bukti yang memperkuat dakwaan tersebut. Salah satunya berupa kesaksian mantan pendukung kampanye Sara Duterte yang mengaku pernah menjadi perantara dana miliknya.
Selain itu, Dewan Anti Pencucian Uang Filipina disebut menemukan aliran dana mencapai 6,7 miliar peso yang masuk melalui rekening Sara Duterte dan suaminya. Nilai tersebut disebut jauh lebih besar dibandingkan laporan kekayaan resminya yang tercatat sekitar 88,51 juta peso pada 2024.
