Legislator juga menyoroti penggunaan dana rahasia senilai 612,5 juta peso yang diterima kantor wakil presiden dan Departemen Pendidikan Filipina sepanjang 2022 hingga 2023. Pengeluaran dana itu diduga mengandung berbagai kejanggalan administrasi dan pertanggungjawaban.
Sara Duterte sebelumnya menolak menghadiri sidang panel kehakiman DPR karena menganggap proses impeachment bermuatan politik. Putri mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte itu juga telah menyatakan niatnya maju dalam pemilihan presiden 2028.
Meski demikian, Luistro memastikan seluruh proses penyelidikan dilakukan secara terbuka dan memberi kesempatan kepada semua pihak untuk menyampaikan pandangan mereka.
“Kami memberi kesempatan kepada setiap pihak untuk didengar. Sidang dilakukan secara terbuka, disiarkan langsung, dan dapat diakses publik,” ujar Luistro. (far)
