“Jadi semua program merujuk kearah dasar KAJ, tema yang sudah ditentukan. Kenapa kami bersih-bersih gereja menjelang ke-60 tahun? Menggunakan bahan seluruhnya harus dari alam dan untuk itulah kami gandeng tim konsevator dari museum dan mereka bersedia kerja sosial membantu membersihkan gereja ini, kami sediakan bahannya,” ucap Konradus di Gereja Santo Fransiskus Asisi, Tebet, Jumat (8/5/2026) malam.
Gayung bersambut, lanjut dia, sehingga gereja pun dibersihkan dengan memoles bangku dan meja, perapian lampu teras, dan lainnya.
“Sebetulnya pada Selasa lalu sudah ada training oleh konsevator museum tentang cara pembuatan wex dengan bahan-bahan yang sebelumnya sudah diolah. Jadi kami dapat pengetahuannya juga,” ungkapnya.
Konradus menjelaskan, dalam perawatan sejumlah perabotan gereja itu dengan menggunakan 7 jenis bahan alami, diantaranya, minyak cengkeh, buah canola oil, minyak kayu putih, minyak sereh, sarang lebah, (soya) lemak bulu domba dan kedelai yang sudah diolah.
“Bahan-bahan itu lalu dicampur digelas ukur, dengan perbandingan yang sudah ditentukan, dimasak dan didinginkan terlebih dahulu hingga sekitar 30 menit. Setelah jadi wax/lilin yang membentuk gumpalan seperti lemak yang lembut baru-lah dapat digunakan,” katanya.
