“Kami kan awam ya, maka itu tadi dilakukan kerja sama dengan tim konsevator museum dimotori oleh Aken,” katanya.
Diungkapkan oleh dia, dalam kesehariannya perawatan gereja dilakukan secara berkala oleh petugas yang bekerja setiap hari di gereja hingga membersihkannya. Namun mengingat gereja itu memiliki area cukup luas, sehingga momen Paskah dan Natal serta HUT gereja maka dibentuk panitia yang bekerja membantu petugas harian.
“Kalau luas areanya saya kurang tahu detail ya, tapi menyiapkan kebutuhan untuk ibadah, bangku dan kursi, akan dikerjakan panitia bersama pengurus harian gereja,” ujarnya.
Dikatakan dia, di gereja ini setiap hari minggu normal dilaksanakan ibadah dengan 4 misa, kemudian bertepatan momen Paskah dan Natal, maka gereja yang dapat menampung sebanyak 2.500 umat Katolik ini pastinya melakukan beberapa persiapan untuk ibadah tersebut.
“Harapannya gereja tempat ibadah bersih, ingin lebih terawat dan rapi, juga diharapkan bisa didaftarkan ke Cagar Budaya non Benda, mengingat umurnya sudah mau 60 tahun, tapi kembali lagi ke pengurus harian gereja yang memiliki dokumen dan dokumentasi ya,” tuturnya.
