Tetapi, terang dia, bisa dilihat sejauh ini peralatan, satu set kursi-meja yang terbuat dari kayu jati untuk menaruh kitab di dalam gereja sangat terawat sekali.
“Kami pun turut mengampayekan mengurangi penggunaan plastik tak ramah lingkungan bahkan merusak. Intinya sesuai arah KAJ berpusat di Katedral. Merawat keutuhan alam,” katanya.
Sementara, Stevanus Purwanto, Komsos Paroki Tebet menambahkan, dirinya mengapresiasi dan mengacungi jempol atas program bersih-bersih merawat gereja dijalankan oleh panitia yang melakukan perawatan gereja dengan menggunakan bahan-bahan alami.
Sehingga ada satu kesan dan pesan bahwa umat bisa memiliki gereja ini dengan cara membersihkan dan merawat gereja yang beranjak berusia 60 tahun. Sehingga orang bisa melihat gereja diusia 60 tahun itu sangat terawat dan terjaga.
“Melihat proses perawatan tadinya pakai pernis (bahan kimia) ternyata salah, lalu ada pengetahuan, dikenalkan-lah cara merawat inventaris gereja dengan bahan alami yang sudah diolah. Untuk kayu pakai bahan alami yang beda, lalu untuk batu dan marmer menggunakan bahan yang beda lagi,” kata Stevanus.
