Ketua Sektor 1 Madinah, Ramlan Sudarto, menjelaskan bahwa panitia sengaja mempercepat waktu keberangkatan kloter YIA 9 dari jadwal semula. Langkah ini diambil demi menjaga kenyamanan jemaah, khususnya para lansia agar tidak kelelahan menunggu di dalam kendaraan.
“Kalau semua jemaah sudah masuk bus, jumlahnya sudah dicek dan siap berangkat, maka lebih baik diberangkatkan lebih awal agar tidak terlalu lama menunggu di dalam bus,” kata Ramlan, dikutip Kamis (14/5).
Rombongan dijadwalkan singgah di Masjid Dzulhulaifah atau Bir Ali untuk mengambil niat ihram sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah.
Bagi jemaah yang kondisi fisiknya prima, mereka diperbolehkan turun untuk melaksanakan salat sunnah di masjid. Sementara untuk jemaah lansia dan pengguna kursi roda tetap berada di dalam bus.
Mbah Mardi sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit Arab Saudi, namun kondisi kesehatannya kini dinyatakan stabil. Selama masa pemulihan, ia disebut tetap kooperatif dan memiliki nafsu makan yang baik.
“Makanannya enak, saya suka,” kata Mbah Mardi.
