Ivan menjelaskan pekerja informal di lingkungan masjid memiliki risiko kerja yang sama dengan profesi lainnya sehingga membutuhkan perlindungan sosial yang memadai. Ivan menyebut program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian memberikan manfaat penting bagi peserta dan keluarganya, mulai dari perlindungan saat terjadi kecelakaan kerja hingga santunan kematian dan beasiswa pendidikan anak.
“Risiko kerja dapat terjadi kapan saja sehingga perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan menjadi kebutuhan penting bagi seluruh pekerja tanpa terkecuali,” kata Ivan.
Ivan menambahkan pendekatan berbasis komunitas dan ekosistem keagamaan dinilai efektif untuk memperluas cakupan kepesertaan pekerja informal. Ivan menyebut masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga ruang sosial yang memiliki kedekatan kuat dengan masyarakat sehingga memudahkan edukasi dan sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan kepada para pekerja rentan.
“Melalui pendekatan komunitas, kami berharap semakin banyak pekerja informal yang memahami manfaat program dan menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Ivan.
