Kebijakan tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pembinaan olahraga yang lebih profesional, terencana, dan berorientasi pada prestasi jangka panjang.
“Presiden Prabowo mendukung penuh perubahan pola pikir dalam pembinaan olahraga nasional. Atlet juara dunia dan Olimpiade tidak lahir dari persiapan satu atau dua tahun, melainkan melalui proses pembinaan yang terencana dan berkelanjutan selama bertahun-tahun. Karena itu pelatnas harus dibangun dengan sistem multiyears,” tegas Menpora.
Menpora juga mengungkapkan bahwa gagasan pelatnas jangka panjang dan anggaran multiyears mendapat dukungan luas dari berbagai federasi olahraga nasional. Menurutnya, para pimpinan cabang olahraga menilai skema tersebut akan memberikan kepastian program sekaligus memperkuat proses pembinaan atlet menuju level dunia.
“Saya berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh berbagai federasi olahraga. Pak Rosan sebagai Ketua Federasi Angkat Besi, Pak Luhut sebagai Ketua PB PASI, Pak Pandu sebagai Ketua Federasi Selancar Ombak Indonesia, dan Ibu Yenny Wahid sebagai Ketua Federasi Panjat Tebing mendukung program Bapak Presiden agar anggaran pelatnas dapat menggunakan skema multiyears. Saya yakin cabang olahraga lainnya juga memiliki semangat yang sama,” ungkap Menpora.

