“Kalau berkaitan dengan kronologi kejadian sementara, kurang lebih kejadian kisaran pukul 10.00 sampai 10.30 WIB,” kata AKP Catur.
Dari hasil olah TKP, penyidik menemukan adanya indikasi kekerasan pada tubuh korban. Namun demikian, polisi belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian karena masih menunggu hasil autopsi.
Menurut AKP Catur, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait motif maupun pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
“Yang jelas, kami menemukan adanya dugaan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Untuk motif kejadian masih menjadi pendalaman kami,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).
Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah korban telah diautopsi di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen. Polres Sragen juga melibatkan Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah guna membantu mengungkap penyebab kematian korban.
Selain itu, sedikitnya empat orang saksi telah dimintai keterangan. Polisi juga menerapkan metode scientific crime investigation guna mengungkap rangkaian peristiwa secara objektif berdasarkan bukti ilmiah.
