Menurutnya, keterbatasan fasilitas rujukan membuat sebagian warga terpaksa menggunakan kapal kayu biasa tanpa dukungan peralatan medis yang memadai, termasuk oksigen.
“Ada pasien dari Pulau Untung Jawa yang meninggal di tengah laut saat dibawa menggunakan kapal kayu. Karena tidak ada fasilitas oksigen dan penanganan medis selama perjalanan,” beber anggota DPRD DKI yang sudah 4 periode duduk di Kebon Sirih itu.
Anggota Komisi D DPRD DKI itu menilai kondisi tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun dan terus menjadi keluhan masyarakat dalam setiap kegiatan reses yang dilakukannya di Kepulauan Seribu.
“Ini bukan kejadian hari ini saja. Sudah bertahun-tahun masyarakat mengeluhkan ambulans antar pulau untuk rujukan orang sakit. Sampai sekarang belum ada tindak lanjut yang nyata,” tegasnya.
Ia meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menyediakan kapal ambulans yang siaga di wilayah berpenduduk di Kepulauan Seribu. Menurutnya, keberadaan kapal ambulans merupakan kebutuhan mendesak karena menyangkut keselamatan nyawa warga.

