“Minimal satu kelurahan satu kapal ambulans. Kalau memang belum mampu, satu kecamatan dua kapal ambulans. Ini soal nyawa manusia,” katanya.
Neneng menyebut Kepulauan Seribu memiliki enam kelurahan berpenduduk sehingga idealnya tersedia enam kapal ambulans yang dilengkapi tenaga medis dan peralatan kesehatan yang memadai.
“Kalau enam kelurahan berarti enam kapal ambulans yang dibutuhkan. Jangan hanya satu, karena tidak akan cukup melayani seluruh pulau,” ujarnya.
Ia mengaku hingga saat ini hanya terdapat fasilitas ambulans jenazah yang berpusat di Pulau Pramuka, sementara untuk kebutuhan rujukan pasien dari pulau-pulau lain masih sangat terbatas.
“Kalau warga harus menunggu kapal dari Pulau Pramuka untuk menjemput pasien, itu yang membuat banyak orang tidak tertolong,” katanya.
Selain persoalan ambulans laut, Neneng juga menyoroti berbagai persoalan lain yang masih dihadapi warga Kepulauan Seribu, mulai dari ketersediaan air bersih, kebutuhan BBM bagi nelayan, hingga pembangunan kolam labuh yang belum terealisasi.

