Selama pelayaran, kapal dipantau selama 24 jam penuh. Awak kapal terus berkoordinasi dengan tim di darat yang bersiaga di crisis center PT Pertamina International Shipping untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan berjalan optimal.
“Keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama. Alhamdulillah seluruh kru Pertamina Pride berada dalam kondisi aman dan kapal dapat melanjutkan pelayaran sesuai rencana menuju Indonesia,” ujarnya.
Baron menjelaskan, VLCC Pertamina Pride mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah yang diperuntukkan bagi Kilang Cilacap. Kapal tersebut diperkirakan tiba di Indonesia pada 23 Juli 2026.
“Pasokan minyak mentah yang diangkut Pertamina Pride sangat penting bagi ketahanan energi nasional. Dengan dukungan armada dan sistem pemantauan yang terintegrasi, Pertamina berkomitmen memastikan pasokan energi bagi masyarakat tetap aman, andal, dan berkelanjutan,” tandasnya. (bam)

