Sehingga pernyataan Prabowo yang disampaikan bahwa Londo Ireng berganti baju bukan dimaknai menghina profesi wartawan, tetapi menunjukkan siasat intelijen asing dalam bertugas.
“Jurnalis bisa masuk ke mana-mana, dijadikan cover. Sementara kalau cover (penyamaran menjadi) LSM itu digunakan untuk menyerang pemerintah, dengan alasan memperjuangkan rakyat,” ungkapnya.
Lewat informasi yang didapat seorang agen intelijen yang berpura-pura menjadi LSM dapat melontarkan kritik kepada pemerintah, hal itu didukung dengan sokongan dana.
Sehingga pernyataan Prabowo bukan ditujukan menghina wartawan atau media massa yang secara resmi terdaftar di Dewan Pers, dan LSM secara resmi terdaftar di pemerintahan.
Fauka yang merupakan mantan anggota BAIS TNI dan tim mawar menambahkan, dalam dunia intelijen memang terdapat banyak opsi untuk melakukan penyamaran, tetapi jurnalis dan LSM berada di daftar teratas.
“Presiden Prabowo sangat menghormati kerja wartawan dan peran LSM dalam membangun bangsa. Jadi tidak ada satupun tendensi sedikit pun ke arah merendahkan,” tegasnya.
