Sebelumnya, pidato Presiden RI Prabowo Subianto pada peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di JCC Senayan, Jakarta, menuai beragam komentar publik, Kamis (23/7/2026).
Dalam pidatonya Prabowo menggunakan sebutan Londo Ireng, diksi ini digunakan untuk menyebut orang-orang Afrika Barat yang dulu direkrut Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) pada abad ke-19.
Presiden Prabowo menggunakan istilah tersebut untuk menyindir kelompok yang membantu pihak asing untuk menyebarluaskan narasi pesimis bahwa Indonesia dapat menjadi negara maju.
“Sekarang pakai baju lain kan, wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, LSM. LSM harus kita tanya ‘Yang gaji lu siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa?” ujar Presiden Prabowo. (Joesvicar Iqbal/msb)
