Ia menjelaskan, pemahaman sejak dini terhadap ciri-ciri penipuan menjadi salah satu cara penting untuk mencegah masyarakat menjadi korban. Berbagai modus kejahatan terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan media sosial, perdagangan elektronik, layanan keuangan digital, dan aplikasi komunikasi.
“Masyarakat harus bisa menggunakan teknologi digital dengan sebijak mungkin. Mereka juga harus mengenali sejak awal apabila terdapat unsur penyimpangan, penipuan, atau hal lain yang berpotensi merugikan,” katanya.
Jefry berpandangan bahwa program literasi digital harus dilaksanakan secara terstruktur dan menjangkau berbagai kelompok masyarakat. Materi edukasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak, pelajar, orang tua, pelaku usaha mikro, serta masyarakat yang baru mulai menggunakan layanan digital.
Pembangunan jaringan tanpa dibarengi peningkatan kemampuan pengguna dinilai berpotensi menciptakan kesenjangan baru. Masyarakat dapat terhubung dengan internet, tetapi belum tentu mampu menggunakannya secara aman, kritis, dan produktif.
