Bahan pemaparan dalam kunjungan tersebut turut menegaskan bahwa konektivitas tidak otomatis menjadi pendorong produktivitas apabila masyarakat tidak dibekali kapabilitas digital. Rendahnya kemampuan digital dapat menyebabkan manfaat konektivitas berhenti pada perluasan akses sosial dan belum menghasilkan peningkatan kesejahteraan secara optimal.
Jefry juga mendorong pemerintah mempelajari praktik baik dari sejumlah negara yang telah berhasil mengembangkan ekosistem digital. Menurutnya, Indonesia tidak harus meniru satu negara secara keseluruhan, melainkan dapat mengambil keunggulan dari beberapa negara untuk disesuaikan dengan kebutuhan nasional.
“Beberapa negara dapat dijadikan acuan. Negara A mungkin memiliki kelebihan pada satu bidang, sedangkan negara B memiliki kelebihan pada bidang lain. Kita bisa menjadikannya benchmark dan mengambil hal-hal yang baik,” jelasnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa penerapan kebijakan digital tetap harus mempertimbangkan karakteristik Indonesia yang memiliki wilayah luas, kondisi geografis beragam, serta tingkat kecakapan digital masyarakat yang berbeda-beda.
