“Hari ini sangat spesial bagi PBPI. Kami akhirnya bisa menggelar FIP Promises yang memang diperuntukkan bagi atlet usia muda. Dari sinilah kami mulai melihat calon-calon pemain yang akan dipersiapkan menuju Youth Asia Cup dan berbagai kejuaraan internasional lainnya,” ujar Galih.
Menurutnya, perkembangan padel nasional dalam beberapa tahun terakhir berlangsung sangat cepat. Selain meningkatnya jumlah atlet muda, berbagai akademi padel juga mulai bermunculan di sejumlah daerah sehingga memperkuat jalur pembinaan secara berjenjang.
PBPI pun terus memperluas kalender kompetisi internasional. Setelah Jakarta, Indonesia akan kembali menggelar FIP Bronze di Bali pada Agustus mendatang, sebelum menjadi tuan rumah Youth Asia Cup pada November 2026 di Jakarta.
Galih menjelaskan, PBPI kini telah menerapkan sistem pembinaan yang lebih objektif melalui seleksi nasional berbasis peringkat. Atlet yang dipanggil ke pelatnas tidak hanya dinilai dari satu turnamen, tetapi berdasarkan akumulasi poin dari berbagai kompetisi resmi.
