“Juara di satu turnamen memang mendapatkan poin besar, tetapi yang kami pilih adalah pemain yang benar-benar siap berdasarkan sistem ranking, seleknas, hingga pelatnas. Prosesnya transparan dan objektif,” katanya.
PBPI juga tengah mempersiapkan atlet menghadapi berbagai agenda internasional, termasuk Asian Games yang menggunakan nomor pasangan. Sementara untuk kejuaraan beregu seperti Youth Promises, Indonesia membutuhkan kedalaman skuad yang lebih kuat.
Galih mengaku optimistis melihat perkembangan kualitas atlet muda Indonesia yang dinilainya meningkat pesat dalam waktu singkat.
“Saya benar-benar terkejut dengan perkembangan mereka. Memang di beberapa kategori kami belum mampu mengalahkan pemain-pemain terbaik dunia, tetapi kemajuannya luar biasa. Khusus kelompok U-12 dan U-14, mereka sudah memainkan padel dengan teknik yang sangat baik. Ini membuat kami semakin optimistis terhadap masa depan padel Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, apresiasi juga datang dari sejumlah tamu internasional, termasuk pengurus federasi padel Thailand dan Direktur Pengembangan Junior Federasi Padel Internasional (FIP) asal Spanyol yang hadir langsung menyaksikan pertandingan.
