Namun yang pasti, Nani katakan, peminat asesoris mutiara tersebut didominasi oleh Ibu-Ibu dari kalangan menengah ke atas. Dengan harga ditawarkan bervariasi, mulai dari harga Rp 50 ribu, ratusan ribu rupiah, dan hingga paling mahal ada pula yang mencapai jutaan rupiah.
Menurut dia, kualitas mutiara pun dibedakan tersendiri, ada yang grade A, B, C dan standard. Untuk mutiara yang bagus sudah pasti yang ada pada grade A, tetapi kebanyakan tokonya lebih pada menjual mutiara yang standard dengan alasan agar mudah cepat terjual untuk perputaran uang.
Sehingga dari sekian asesoris seperti halnya pada kalung, ada saja pelanggan yang meminta dibuatkan kalung berlapis melilit sebanyak 20 renceng/utas kalung dijadikan menjadi satu.
“Paling mahal harganya ya itu kalung mutiara yang diminta pelanggan dengan dililit berlapis dan terlihat lebih tebal karena satu kalung itu bisa membutuhkan banyak bahan mutiara”.
Kemudian untuk bros mutiara sendiri bisa banyak dibuat kreasinya seperti untuk pemanis tas, hijab, dibaju, kebaya bisa, mutiara kecil bisa disepatu.
