“Untuk dipakai Ibu-Ibu pejabat kondangan kan bisa juga, jadi tampak terlihat lebih cantik, manis dan elegan pakai kalung, gelang dan bros mutiara,” katanya.
Sejurus adanya buah ketrampilan dijalankan selama ini, ada saja permintaan dari komunitas yang datang meminta diajarkan cara membuat kalung, bros dan gelang.
“Kebanyakan komunitas Emak-Emak yang minta diajarkan”.
Hasil Tidak Akan Mengkhianati Proses
Hasil dari berdagang dijalankan Nani dan suami pun bisa dirasakan sampai dengan saat ini untuk bisa menyekolahkan tiga anaknya dan keponakannya kuliah di Kampus Gunadarma, Kalimalang, Jakarta.
Selain mutiara, pengiriman barang permintaan ke Kalimantan, Lombok, Jawa, Ambon dan Papua, ada juga yang meminta dikirimkan asesoris batu perhiasan.
“Ongkos pengiriman ke sana kan juga banyak ya, karena pakai pesawat,” ujar perempuan berhijab warga Gang Padang, Jatinegara.
Penjualan pun dirasakan ramai ketika digelarnya pameran, tetapi kalau tidak ada masih ada juga satu hingga lima orderan. Hanya saja selain penjualan offline, dia juga mengandalkan penjualan melalui media sosial TikTok.
