Jika saat berolahraga muncul nyeri dada, sesak napas, pusing berat, jantung berdebar tidak biasa, atau tubuh terasa semakin lemah, aktivitas harus segera dihentikan dan perlu mendapatkan pertolongan medis bila gejalanya berat.
5. Bukan berarti semua orang sakit harus berhenti bergerak
Perlu dipahami, sakit tidak selalu berarti seseorang harus beristirahat total.
Pada keluhan ringan, misalnya pilek ringan tanpa demam dan kondisi tubuh masih terasa cukup baik, aktivitas fisik ringan mungkin masih dapat dilakukan. Namun, intensitasnya sebaiknya dikurangi dan disesuaikan dengan kondisi tubuh.
Sebaliknya, olahraga sebaiknya ditunda ketika seseorang mengalami demam, kelelahan berat, nyeri otot yang signifikan, muntah, diare, sesak napas, atau gejala lain yang membuat kondisi tubuh menurun.
Kapan boleh kembali olahraga?
Setelah kondisi membaik, olahraga sebaiknya dilakukan secara bertahap. Jangan langsung kembali ke intensitas latihan seperti sebelum sakit.
Mulailah dengan aktivitas ringan dan perhatikan respons tubuh. Jika tubuh kembali terasa lemas atau gejala penyakit muncul lagi, sebaiknya berhenti dan beristirahat.
