Mengantisipasi perkembangan situasi, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan sumber air dan sarana pendukung pemadaman. Langkah dilakukan, antara lain, melalui pemetaan lokasi sumur bor baru, pengisian kolam penampungan air masyarakat, serta kesiapsiagaan armada tangki air milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Berdasarkan hasil kaji cepat per Selasa (11/8), luas area terbakar di kawasan TNBTS mencapai sekitar 889 hektar Vegetasi terdampak antara lain cemara gunung, mentigi, akasia, dan semak belukar.
BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, TNBTS, dan unsur terkait lainnya akan terus mengoptimalkan penanganan di lapangan hingga seluruh titik api dapat dikendalikan.
“Masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan dengan kondisi vegetasi kering dan rawan terbakar,” pesan Suharyanto. (Joesvicar Iqbal)
