IPOL.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis data pertumbuhan ekonomi nasional triwulan II-2026 yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Mengetahui hal ini, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengapresiasi capaian positif tersebut di tengah gejolak geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.
”Di tengah gejolak geopolitik dan ketidakpastian perekonomian global, kita bersyukur perekonomian nasional masih tumbuh 5,29 persen (yoy),” ujar Said melalui rilis yang disampaikan di Jakarta, Kamis (6/8/2026), dikutip dari Parlementaria.
Dirinya menjelaskan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II ini sebagian besar didorong oleh faktor musiman (seasonal factor). Masa libur sekolah pada Juli lalu memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan sektor akomodasi serta makanan dan minuman yang melaju hingga 10,6 persen.
Selain itu, momen penerimaan peserta didik baru, jenjang pendidikan tinggi, serta kenaikan kelas turut mendorong kinerja sektor infokom tumbuh 6,97 persen. Sementara itu, fenomena musim kemarau ekstrem yang meningkatkan penggunaan pendingin ruangan serta lonjakan harga gas akibat konflik geopolitik memicu lonjakan di sektor listrik dan gas sebesar 10,81 persen.
