“Kota global tidak dibangun hanya dengan infrastruktur. Kota global dibangun oleh manusia yang berpikiran global. Karena itu, kalau Padang ingin menjadi kota global, pendidikan harus menjadi salah satu fondasi utamanya,” ungkap Wamendiktisaintek.
Selaras dengan kebijakan Wali Kota Padang, Fadly Amran yang mengatakan bahwa pemerintahannya ingin memperluas kesempatan pendidikan bagi generasi muda sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap jejaring internasional.
“Kami ingin pendidikan menjadi pintu bagi anak-anak Padang untuk melihat dunia, sekaligus membawa dunia datang ke Padang. Karena itu, kerja sama internasional harus kita manfaatkan untuk membuka lebih banyak kesempatan belajar, pertukaran, riset, dan pengembangan kapasitas bagi generasi muda,” tegas Wali kota Padang.
Penguatan kerja sama tersebut juga mendapat respons positif dari Chief Executive Officer (CEO) Education Malaysia Global Services (EMGS), Novie Tajuddin. CEO Novie menilai hubungan pendidikan Indonesia dan Malaysia memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan melalui mobilitas mahasiswa, akademisi, dan kerja sama antarinstitusi.
