“Indonesia dan Malaysia memiliki hubungan yang sangat dekat, termasuk dalam bidang pendidikan. Kami melihat banyak peluang yang dapat dikembangkan bersama, khususnya untuk memperluas mobilitas mahasiswa, pertukaran akademisi, serta kerja sama antarlembaga pendidikan,” jelas CEO EMGS.
Dalam forum tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia menawarkan sejumlah peluang kerja sama, antara lain graduate pass, pendidikan transnasional, pertukaran pelajar dan akademisi, dual qualification, serta Beasiswa Internasional Malaysia untuk jenjang magister dan doktoral.
Berdasarkan data Education Malaysia Global Services (EMGS), hingga Maret 2026 tercatat 13.337 mahasiswa Indonesia sedang menempuh pendidikan di Malaysia. Data tersebut menunjukkan kuatnya hubungan pendidikan kedua negara sekaligus besarnya ruang untuk memperluas kolaborasi pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Wamen Fauzan menegaskan kerja sama tersebut perlu diarahkan pada manfaat konkret bagi masyarakat. Pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan mitra internasional perlu membangun ekosistem pendidikan yang saling terhubung agar potensi daerah dapat berkembang menjadi kekuatan nasional.
