Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Indonesia Kembangkan Alat Deteksi Dini Penyakit Zoonosis Melalui Tikus
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Tekno/Science > Indonesia Kembangkan Alat Deteksi Dini Penyakit Zoonosis Melalui Tikus
Tekno/Science

Indonesia Kembangkan Alat Deteksi Dini Penyakit Zoonosis Melalui Tikus

Iqbal
Iqbal Published 01 Sep 2025, 10:55
Share
2 Min Read
lab brin
SHARE

IPOL.ID – Kasus persebaran penyakit zoonosis melalui hewan, khususnya tikus, masih belum banyak terungkap di Indonesia. Padahal, tikus berpotensi membawa berbagai penyakit berbahaya seperti pes, leptospirosis, rickettsiosis, dan hantavirus.

Minimnya informasi di masyarakat membuat upaya pencegahan belum dilakukan secara rutin, ditambah gejala penyakit yang kerap mirip demam berdarah atau tifus serta sulitnya pemeriksaan laboratorium menyebabkan banyak kasus tidak terdeteksi.

Menjawab tantangan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman mengembangkan Pestorita (PES, Leptospirosis, Rickettsiosis, dan Hantavirus), yakni alat deteksi dini buatan lokal yang murah, mudah, dan dapat digunakan di fasilitas kesehatan sederhana.

Periset Biomolekuler Eijkman BRIN, Farida D. Handayani, menjelaskan riset Pestorita dirancang dalam peta jalan tiga tahun, mulai dari pemetaan genetik, pengembangan in-house PCR, hingga pembuatan alat tes cepat atau rapid test.

Baca Juga

WhatsApp Image 2023 01 12 at 6.09.15 PM
Dua Periset Indonesia Masuk Panel IPCC PBB, Ikut Buat Laporan Iklim Global
Riset Buktikan Tsunami Raksasa Pernah Hantam Wilayah Pesisir Selatan Jawa, Waspada!
Ilmuwan Temukan Tiga Titik Rawan Jalur Masuknya Banjir Rob di Pekalongan

“Riset ini merupakan upaya menghasilkan alat deteksi lokal yang praktis dan terjangkau untuk mendukung diagnosis penyakit zoonosis,” ungkap Farida, melansir Senin (1/9/2025).

Penelitian ini melibatkan kolaborasi dengan Universitas Amsterdam, PT Konimex, serta laboratorium khusus Leptospira di Kawasan Kerja Bersama M.F. Sustriayu Nalim, Salatiga.

Saat ini, Farida bersama tim fokus pada pengembangan deteksi leptospirosis dengan membandingkan kinerja empat produk RDT (Rapid Diagnostic Test) IgM yang tersedia di Indonesia. “Kami berusaha mengembangkan RDT yang paling efektif dan efisien agar dapat digunakan secara luas di layanan kesehatan,” tambahnya.

Namun, menurutnya, RDT berbasis antigen yang tengah dikembangkan masih memerlukan uji lanjut untuk meningkatkan sensitivitas. Karena itu, tim periset juga mengembangkan in-house PCR khusus untuk deteksi leptospirosis.

“Dengan riset ini, kami berharap dapat menghasilkan produk dalam negeri yang lebih berkualitas, terjangkau, dan mampu memperkuat upaya deteksi penyakit zoonosis di Indonesia,” pungkas Farida. (ahmad)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Peneliti Indonesia, Penyakit Zoonosis, tikus
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Kampanye Necro meluas ke luar platform pihak ketiga dan juga ditemukan di Google Play. Pengunduh berbahaya tersebut ditemukan di aplikasi Wuta Camera dan Max Browser Kaspersky Ungkap Trojan Efimer yang Targetkan Organisasi Melalui Email Phishing
Next Article Demo di Jakarta, Pramono Hitung Kerugian Mencapai Rp55 miliar Demo di Jakarta, Pramono Hitung Kerugian Mencapai Rp55 miliar

TERPOPULER

TERPOPULER
PNG
Hukum

Dorongan Pengesahan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber Kian Menguat di Tengah Meningkatnya Ancaman Digital

Hukum
Periksa Pejabat Bea Cukai dan Swasta, KPK Gali Terus Korupsi di Ditjen Bea Cukai
08 May 2026, 17:22
Hukum
KPK Periksa Pihak Len Railway Systems Terkait Korupsi di DJKA Kemenhub
08 May 2026, 20:45
Olahraga
Bungkam Persipura, Adhyaksa FC Promosi ke Super League
08 May 2026, 22:33
Kriminal
Pencurian Kabel Persinyalan Ganggu Perjalanan KRL Rangkasbitung
08 May 2026, 16:53
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?