Oleh: ReO Fiksiwan
“REQUIEM aeternam dona eis, Domine. In paradisum deducant te angeli.” — “Berikanlah kepada mereka istirahat yang kekal, ya Tuhan. Semoga para malaikat membawamu ke dalam surga.” — Exsequiae. Requiem Mass.
Kepergian Ir. Joost Tambayong meninggalkan ruang hening dalam lanskap birokrasi Sulawesi Utara dan dalam hati mereka yang mengenalnya sebagai pribadi yang bersahaja, idealis, dan penuh perhatian terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Ia bukan sekadar seorang insinyur lulusan Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi, tetapi seorang pemikir yang menjadikan pelayanan publik sebagai panggilan spiritual. Kariernya dimulai sejak era Gubernur C.J. Rantung (1985–1995), dan ia menapaki jalan birokrasi dengan integritas yang jarang ditemukan di tengah hiruk-pikuk politik administratif.
Sebagai mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Manado dan sebelumnya menjabat sebagai Kasubdin Pengairan, Joost dikenal bukan hanya karena kompetensinya dalam bidang teknik, tetapi juga karena pendekatan humanisnya terhadap pembangunan.

