IPOL.ID – Kepala Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Satriyo Krido Wahono menyampaikan arah dan capaian riset yang dikembangkan oleh para periset di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Umar Anggara Jenie.
Ia menjelaskan bahwa PRTPP berfokus pada riset off-farm dari pascapanen hingga keamanan produk pangan, mulai dari diversifikasi produk, pangan fungsional, hingga teknologi pengawetan dan pengemasan.
“Kami mengembangkan riset dari proses pascapanen hingga menjadi produk, termasuk aspek keamanan pangan dan halal. Saat ini terdapat 146 periset aktif yang terbagi dalam 18 kelompok riset,” jelas Satriyo, saat kunjungan kerja dan temu sivitas bersama Kepala BRIN Arif Satria dan Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian, baru-baru ini.
Satriyo menambahkan, dalam empat tahun terakhir PRTPP telah menghasilkan hampir 1000 publikasi internasional, lebih dari 200 paten, serta sejumlah inovasi yang telah dilisensikan ke industri sebagai bagian dari upaya hilirisasi. Selain itu periset di PRTPP BRIN juga berkontribusi dalam kegiatan pendampingan BRIN seperti FIAR, PPBR, PUMI dan PKPRIM; khususnya dalam kegiatan PUMI (pendampingan UMKM) dan PKPRIM (bimbingan teknis ke masyarakat) periset PRTPP BRIN berkontribusi dalam lebih dari 50% kegiatannya.
