IPOL.ID – Masyarakat Tandihat telah mendapatkan hunian sementara (huntara) setelah tempat tinggalnya terdampak bencana banjir dan longsor (bansor) pada akhir November 2025 lalu. Dengan fasilitas yang ada, mereka diharapkan dapat kembali pulih dan membangun kehidupan lebih baik.
Warga Tandihat yang menghuni huntara tersebut merupakan keluarga yang rumahnya mengalami rusak berat atau hanyut. Saat ini sebanyak 186 Kepala Keluarga (KK) atau 542 jiwa menetap sementara waktu di huntara terletak di Desa Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
Huntara 10 blok itu hanya berjarak 10 kilometer (km) dari Desa Tandihat. Masyarakat merasa lega setelah mendapatkan tempat tinggal sementara tersebut.
Hal ini diungkapkan warga terdampak bencana saat peresmian huntara dibangun Danantara pada Kamis (5/2/2026).
Warga desa Tandihat, Juliawan Haneva, mengungkapkan, dia dan istrinya merasa lega dengan huntara disediakan pemerintah.
Demikian juga ungkapan warga lain, Arwin Dalimunthe yang menghuni salah satu blok bersama anggota keluarganya. Para warga sudah menempati huntara 200 kamar ini sekitar satu minggu lalu.
