IPOL.ID – Pemerintah menetapkan skema pembelajaran di sekolah selama bulan Ramadan 2026 dengan menitikberatkan pada penguatan nilai keagamaan, pembentukan karakter, serta pemenuhan hak belajar peserta didik secara berimbang.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan Ramadan menjadi momentum strategis dalam pendidikan karakter anak. Oleh karena itu, pembelajaran selama bulan suci diarahkan tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga penguatan iman, takwa, dan akhlak mulia.
“Ramadan adalah momentum pendidikan karakter. Karena itu pembelajaran kita arahkan untuk memperkuat nilai keagamaan sesuai agama dan keyakinan murid, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan kebiasaan positif,” ujar dia, Kamis (6/2).
Menurut dia, penguatan materi keagamaan akan disesuaikan dengan keyakinan masing-masing peserta didik. Murid beragama Islam dapat mengikuti kegiatan tadarus Alquran, pesantren kilat, kajian keislaman, serta aktivitas lain yang mendukung penguatan iman dan akhlak mulia.
