IPOL.ID – Tiga belas tahun setelah materi stand up-nya menuai kontroversi, Komika Pandji Pragiwaksono akhirnya menapaki Tongkonan Kaero di Tana Toraja untuk menjalani upacara permintaan maaf dan rangkaian persembahan kepada leluhur adat. Kehadirannya dalam sidang adat menjadi penanda penyelesaian polemik panjang atas candaan yang dinilai menyinggung budaya Toraja.
Prosesi adat tersebut digelar di Tongkonan Kaero yang disebut telah berusia sekitar 800 tahun. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya pada 12 Februari 2026, Pandji membagikan pengalamannya selama mengikuti ritual dan sidang adat bersama para tetua dari 32 wilayah adat Toraja.
Pandji mengaku sempat dikejutkan dengan pengakuan pemimpin upacara adat yang tidak menyangka dirinya akan hadir secara langsung untuk menjalani proses tersebut.
“Ketika melihat gue berjalan memasuki Tongkonan Kaero yang berusia 800 tahun, menurut beliau dan beberapa tetua, kemarahan orang mereda,” tulis Pandji.
Keputusan Pandji untuk hadir dan menghadapi proses adat secara langsung disebut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Dalam pidatonya, pemimpin upacara menyebut Pandji sebagai “Ksatria” karena dinilai berani bertanggung jawab dan menjawab pertanyaan dari perwakilan 32 wilayah adat.
