IPOL.ID — Diplomat non-pemerintah di lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mohamad Safa, resmi mengundurkan diri. Menurutnya, PBB “sedang mengondisikan” terjadinya perang nuklir terhadap Iran.
Pengunduran diri tersebut disampaikan Safa melalui akun media sosial resminya di X @mhdksafa pada Sabtu (28/03/2026) di New York AS, waktu setempat. Ia mundur dari seluruh perannya setelah mengungkap dugaan adanya skenario penggunaan senjata nuklir dalam konflik yang melibatkan Iran.
Dalam pernyataannya, ia mengaku tidak dapat lagi melanjutkan perannya karena melihat arah kebijakan global yang dinilai semakin berbahaya. “Saya tidak bisa dengan hati nurani tetap menjadi bagian saat PBB bersiap untuk kemungkinan penggunaan senjata nuklir,” tulis Safa yang menjabat Perwakilan Utama Visi Patriotik (PVA) di PBB.
Safa menilai, ketegangan yang terus meningkat antara Iran dan Amerika Serikat menjadi faktor utama yang mendorong munculnya skenario tersebut. Ia memperingatkan bahwa konflik yang terus memanas berpotensi meningkat ke level penggunaan senjata pemusnah massal.
