IPOL.ID – Kasus bayi nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menuai sorotan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Insiden yang viral setelah pengakuan seorang ibu bernama Nina Saleha di media sosial itu kini memicu desakan evaluasi besar-besaran di layanan kesehatan.
Dedi menilai, dari kronologi yang disampaikan keluarga, terdapat indikasi kuat adanya kelalaian tenaga medis. Ia bahkan secara tegas menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk kecerobohan yang tidak bisa dianggap sepele, mengingat menyangkut keselamatan bayi.
“Yang paling penting itu tindakan ceroboh dari perawat. Saya ingin tahu, apa langkah yang sudah diambil manajemen,” tegasnya, Jumat (10/4/2026).
Tak hanya itu, Dedi juga mempertanyakan apakah kejadian tersebut murni kelalaian atau justru ada unsur lain yang lebih serius. Ia menekankan pentingnya transparansi sanksi agar publik mengetahui keseriusan pihak rumah sakit dalam menangani kasus ini.
“Kalau kelalaian, sanksinya apa? Penundaan gaji atau bagaimana? Ini harus jelas,” tambahnya.
