IPOL.ID – Militer AS membantah klaim Iran bahwa pencegat rudal AS telah merusak Bandara Internasional Kuwait. Mereka menuduh Iran menyerang bandara sipil tersebut dengan drone dalam “serangan yang disengaja, terencana, dan tidak dapat dibenarkan”.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membantah bertanggung jawab atas kerusakan terminal bandara, mengklaim bahwa kerusakan tersebut terkait dengan kerusakan pada sistem pertahanan rudal Patriot buatan Amerika dan bukan akibat serangan Iran, lapor kantor berita Tasnim.
Kuwait mengatakan pada hari Rabu bahwa serangan Iran di wilayahnya menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya, serta memaksa bandara untuk ditutup dan merusak misi diplomatik yang tidak disebutkan namanya.
Kementerian Luar Negeri India mengkonfirmasi bahwa korban yang tewas di bandara tersebut adalah warga negara India.
“Kami mengutuk serangan terhadap Bandara Internasional Kuwait hari ini yang menewaskan seorang warga negara India dan melukai beberapa warga negara kami,” kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan. “Kami sekali lagi menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk menghentikan serangan semacam itu,” tambahnya.
