IPOL.ID – Hilirisasi sumber daya alam yang mampu menghasilkan mobil nasional dan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam pembahasan usulan tambahan anggaran Kementerian Perindustrian Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp1,592 triliun pada Rapat Kerja Komisi VII DPR RI dengan Menteri Perindustrian RI di Ruang Rapat Komisi VII, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Dalam rapat tersebut, Anggota Komisi VII DPR RI Tifatul Sembiring menilai program hilirisasi harus diarahkan pada penciptaan produk industri bernilai tambah tinggi yang dapat memperkuat kemandirian industri nasional. Menurutnya, esensi hilirisasi adalah mengolah bahan mentah menjadi produk yang siap digunakan masyarakat.
“Hakikat industri itu adalah hilirisasi, dari raw material dijadikan suatu barang yang bisa digunakan langsung oleh masyarakat. Itu hilirisasi,” ujar Tifatul.
Politisi Fraksi PKS itu menyoroti alokasi anggaran untuk program hilirisasi berbasis sumber daya alam dan pengembangan industri prioritas yang tercantum d alam usulan tambahan anggaran Kementerian Perindustrian tahun 2027. Ia mengingatkan bahwa Komisi VII DPR RI sebelumnya telah mendorong Kementerian Perindustrian untuk menghasilkan industri mobil nasional sebagai bagian dari penguatan sektor manufaktur nasional.
