IPOL.ID – Harga minyak mentah dunia kembali melanjutkan tren penurunan pada perdagangan Selasa (16/6). Sentimen pasar ini didorong oleh tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang diikuti dengan rencana pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur vital distribusi energi global.
Kepastian pembukaan rute pelayaran utama tersebut memberikan jaminan stabilitas pasokan ke pasar internasional.
Sentimen positif ini semakin kuat setelah Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa dirinya telah meneken nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik bersenjata antara aliansi AS-Israel dan Iran.
Berdasarkan data perdagangan pada pukul 06.31 GMT, harga minyak mentah Brent terkoreksi 45 sen atau 0,5 persen ke level US$ 80,51 per barel.
Sehari sebelumnya, harga minyak bahkan sudah anjlok hampir 5%, menyentuh level terendah sejak 4 Maret 2026.
Meski demikian, para analis menilai pemulihan pasokan minyak global tidak akan berlangsung secara instan. Dibutuhkan waktu untuk mengembalikan aktivitas pengiriman dan produksi ke kondisi normal setelah periode gangguan yang cukup panjang.
