Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Bupati Askolani: Butuh Policy Brief yang Inovatif untuk Tangani Stunting di Kabupaten Banyuasin
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Nusantara > Bupati Askolani: Butuh Policy Brief yang Inovatif untuk Tangani Stunting di Kabupaten Banyuasin
Nusantara

Bupati Askolani: Butuh Policy Brief yang Inovatif untuk Tangani Stunting di Kabupaten Banyuasin

Farih
Farih Published 15 Jun 2022, 16:36
Share
4 Min Read
Bupati Banyuasin Terima Kunjungan Tim Diklat Kepemimpinan Nasional Angkatan VII Tahun 2022 Lembaga Administrasi Negara
Bupati Banyuasin Terima Kunjungan Tim Diklat Kepemimpinan Nasional Angkatan VII Tahun 2022 Lembaga Administrasi Negara
SHARE

IPOL.ID – Kabupaten Banyuasin masih menghadapi permasalahan stunting. Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, angka prevalensi stunting-nya masih berada pada angka 22,0 dan masuk kategori kuning. Angka ini menurun dibanding tahun 2017 yang sebesar 32,8%, di mana saat itu mulai diimplementasikannya program penurunan prevalensi stunting.

Bupati Banyuasin H. Askolani, SH, MH mengatakan, penyebab masih tingginya angka stunting di Kabupaten Banyuasin, antara lain, kurangnya asupan gizi pada anak karena kurangnya akses pangan dan akses pelayanan kesehatan; rendahnya cakupan akses air bersih dan sanitasi; rendahnya pendidikan orang tua dan pola asuh yang salah; dan kurangnya tenaga kesehatan terutama ahli gizi dalam pemantauan perkembangan balita.

Lebih lanjut, Askolani menerangkan, untuk menurunkan angka prevalensi stunting tersebut, Pemda Kabupaten Banyuasin membuat program-program pengamanan dan pencegahan stunting yang terintegrasi dan terpadu yang dilaksanakan oleh 13 satuan kerja.

Hal tersebut dijelaskannya usai menerima kunjungan Tim Diklat Kepemimpinan Nasional Angkatan VII Tahun 2022 Lembaga Administrasi Negara yang diwakili oleh Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Teknis dan Sosial Kultural Aparatur Sipil Negara (Pusbangkom TSK ASN) Lembaga Administrasi Negara (LAN) Caca Syahroni, S.IP., M.Si di Ruang Kerja Bupati, Kota Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin pada Senin (13/6).

“Strategi percepatan pencegahan stunting dilakukan dengan melaksanakan intervensi gizi spesifik oleh Dinas Kesehatan dan intervensi gizi sensitif oleh Dinas Pendidikan, Perkintan, Sosial, Pangan, KBPPPA, PMD, Perikanan, Pertanian, DLH, Capil, Kominfo dan Bappeda,” ucapnya.

“Selain itu, telah diterbitkan juga SK Nomor 76/KPTS/DP2KBP3A/2022 tentang Pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Banyuasin Tahun 2022 yang diketuai oleh Wakil Bupati,” imbuh Askolani.

Diketahui, Kabupaten Banyuasin merupakan daerah rawa dengan sungai besar dan kecil yang cukup banyak, sehingga masyarakat banyak yang tinggal di sekitar sungai dan membuang air besar langsung ke sungai. Dampak buruknya adalah sungai menjadi tempat penularan penyakit, mengingat adanya transmisi penyakit dari tinja.

“Ini kan problemnya masyarakat belum memahami arti pentingnya hidup sehat melalui sanitasi bersih. Karena di sini banyak sungai. Masyakat kemudian menganggap lebih mudah BAB di sungai secara langsung daripada menggunakan jamban,” tuturnya.

Bupati Banyuasin mengatakan, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan telah melakukan inovasi dalam upaya mensosialiasikan mengenai permasalahan stunting di seluruh wilayah Kabupaten Banyuasin melalui gerakan BEGESAH (Beragam Edukasi Gerakan Masyarakat Sadar Hidup Sehat), yang terdiri dari 5 (lima) kegiatan, yakni: Gerakan Makan Telur dan Ayam di Posyandu untuk Mencegah Stunting; Gerakan deteksi dini IVA dan Sadanis, memberi edukasi informasi dan mengajak wanita lainnya untuk diperiksa; Sehatkan keluarga dengan Jamu dan Akupresure; Gerakan Seribu Jamban; dan Gerakan 500 Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan.

Dia pun meminta kepada para peserta Tim Diklat Kepemimpinan Nasional Angkatan VII Tahun 2022 Lembaga Administrasi Negara untuk bisa memberikan analisisi kebijakan dan solusi terbaik dalam membantu percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banyuasin.

“Karena itu saya kira pemerintah daerah membutuhkan hasil kajian/analisis kebijakan yang mudah dipahami. Bagaimana Diklat Kepemimpinan Nasional Tingkat II memberikan solusi-solusi kreatif yang dapat mendorong pemerintah daerah berinovasi dalam penanganan stunting, sehingga ke depan masalah stunting di daerah bisa terselesaikan,” jelasnya.

banyu

Dalam kesempatan itu, setelah diterima oleh Bupati Banyuasin, Tim Diklat Kepemimpinan Nasional Angkatan VII Tahun 2022 Lembaga Administrasi Negara yang dipimpinan oleh Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Teknis dan Sosial Kultural Aparatur Sipil Negara (Pusbangkom TSK ASN) Lembaga Administrasi Negara (LAN) Caca Syahroni, S.IP., M.Si dan pendamping Drs. Hendriyanto H.T, M.Si melakukan diskusi mendalam dengan Kepala Dinas Kesehatan dr. Rini Pratiwi di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin.
Kemudian, Tim juga melakukan diskusi dengan Kepala Puskesmas Sembawa drg. Laila Ahza untuk lebih mendalami kendala-kendala yang dihadapi di lapangan dalam upaya penurunan angka prevalensi stunting sebagai bahan masukan penyusunan policy brief kepada pemda dan pihak-pihak terkait lainnya (sol)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: banyuasin, Stunting
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi Rabu 1562022 Foto Badan Geologi ESDM Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Muntahkan Abu Setinggi 500 Meter
Next Article pengadilan Pengadilan Niaga Coret Merek PStore Glow

TERPOPULER

TERPOPULER
Anggota Komisi XII DPR RI Ramson Siagian dalam Rapat Dengar Pendapat RDP Komisi XII DPR RI bersam20260529150116
NewsPertamina

Upaya Dongkrak Lifting Gas, Komisi XII DPR RI Desak Pertamina Hulu Energi Percepat Eksplorasi

Jabodetabek
Lokasi dan Jadwal Layanan SIM Keliling Kota Bekasi Hari Ini, Selasa 2 Juni 2026
02 Jun 2026, 07:25
Olahraga
Penjualan Tiket Timnas Indonesia versus Oman dan Mozambik Sudah Dimulai, Awas Kehabisan
02 Jun 2026, 09:30
Ekonomi
Menkeu Purbaya Sebut Pancasila Jadi Pedoman Pengelolaan Keuangan Negara
02 Jun 2026, 10:10
Headline
KPK Kembali Panggil Bos Maktour Terkait Korupsi Kuota Haji
02 Jun 2026, 12:55
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?