Berdasarkan alat bukti yang cukup, KPK kemudian meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan dengan dua orang tersangka. Kedua tersangka yaitu, Bupati Kuansing Andi Putra dan General Manager PT AA, Sudarso.
Selaku pemberi, Sudarso disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Sedangkan, Andi Putra selaku penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (ydh)
