Selanjutnya, kata Endang, investasi tercatat tumbuh sebesar 6,43% (yoy) dengan andil sebesar 2,46% (yoy) sejalan dengan akselerasi sektor konstruksi serta peningkatan belanja modal pemerintah dan impor barang modal.
Sementara, untuk kinerja ekspor juga tumbuh tinggi yaitu sebesar 13,76% (yoy) baik untuk ekspor barang maupun ekspor jasa. Kinerja ekspor ini memberikan kontribusi sebesar 9,70% (yoy) terhadap PDRB DKI Jakarta.
“Di sisi lain, Konsumsi Pemerintah masih mengalami kontraksi sebesar 9,84% (yoy) dan menjadi penahan laju pertumbuhan,” jelasnya.
Dari sisi sektoral atau lapangan usaha, pertumbuhan pada triwulan III 2022 terutama ditopang oleh pertumbuhan pada LU Perdagangan yaitu sebesar 9,65% (yoy) dengan andil sebesar 1,48% (yoy) terhadap PDRB DKI Jakarta. Kondisi tersebut sejalan dengan peningkatan konsumsi RT seiring pelonggaran kapasitas pusat perbelanjaan dan toko ritel.
Dari sisi Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi, ungkapnya, ada pertumbuhan sebesar 6,09% (yoy) sehingga memberikan andil sebesar 0,81% (yoy) terhadap PDRB DKI Jakarta. LU Jasa lainnya juga tumbuh tinggi yaitu sebesar 18,38% (yoy) yang didorong oleh meningkatnya jasa hiburan dan jasa perawatan pribadi sehingga memberikan kontribusi sebesar 0,66% terhadap pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta.
