Selanjutnya, gubuk pemulung riskan terbakar; ada yang tidak punya identitas; tidak dapat suplai air bersih; MCK seadanya; ketahanan pangan ringkih; guna pertahankan pangan mengais sisa-sisa makanan di TPST/TPA; kesehatan terancam; sebagian pemulung belum punya BPJS kesehatan, berobat ke rumah sakit sulit; jika mati cari tempat pemakaman sulit; anak-anak ikut mengais sampah membantu orang tua; ditransfer kemiskinan orangtuanya; tempat bermain anak rawan dan tercemar.
Urutan penyakit yang terdapat di Sumurbatu sbb: Pertama, ISPA; ialah penyakit yang dibawa virus/bakteri, berasal dari udara relatif kotor. Udara kotor berasal dari TPST/TPA. Kedua, Alergi kulit; sifatnya bisa indogen, bisa exogen seperti kondisi air, kebersihan, lingkungan rumah, dsb. Ketiga, Infeksi kulit; penyakit ini seperti kutu air. Banyak menyerang saat musim penghujan, dan lingkungan sampah yang tergenang air.
Kempat, Infeksi paru-paru (terselubung); penyakit ini secara spesifik merupakan TBC yang dibuktikan dengan rontogen. Gejala-gejala penyakit TBC, yakni adanya batuk-batuk, batuk darah lebih-lebih malam hari, berat badan turun, status gizi rendah. Kelima, Mencret-mencret (muntaber): penyakit ini dialami penderita terutama pada saat musim penghujan datang disebabkan salah makan atau air minum kotor. Atau akibat stamina tubuh lemah, capek. Kenam, Pusing kepala; disebabkan tidak seimbangnya suhu badan dan lingkungan sekitar. Mungkin habis kehujanan, kondisi tubuh lemah, dsb. (Data Pustu Sumurbatu Januari 2001-April 2002).
