Namun, seperti pada niat awalnya, Devi masih ingin tetap berfokus pada pengajaran untuk generasi kedua diaspora Indonesia.
“Yang penting, saya itu ingin mengajak anak-anak, terutama yang generasi kedua, supaya kita menjaga keimanan kita ketika jauh dari Indonesia. Kalau di Indonesia kan gampang, suara azan terdengar setiap hari, ingin belajar mengaji, ada guru di manapun,” komentarnya. (voaindonesia/timur)
